Contoh reaksi subsitusi nukleofilik pada alkil halida
MEKANISME REAKSI SN2
Mekanisme reaksi SN2 hanya terjadi pada alkil halida primer dan sekunder. Nukleofil yang menyerang adalah jenis nukleofil kuat seperti –OH, –CN, CH3O–. Serangan dilakukan dari belakang. Untuk lebih jelas, perhatikan contoh reaksi mekanisme SN2 bromoetana dengan ion hidroksida berikut ini.
MEKANISME REAKSI SN1
Mekanisme reaksi SN1 hanya terjadi pada alkil halida tersier. Nukleofil yang dapat menyerang adalah nukleofil basa sangat lemah seperti H2O, CH3CH2OH
Contoh:t-butil bromida dengan nukleofil H2O (Fessenden,1986:182)
Pada tahap pertama (ionisasi),ikatan antara atom C dengan gugus pergi putus.Gugus pergi yang terlepas dengan membawa pasangan elektron akan membentuk karbokation.
Pada tahap kedua (kombinasi), karbokation bergabung dengan nukleofil membentuk produk.
Pada tahap ketiga ( pelepasan H+ ) pada pelarut merupakan reaksi asam-basa dan bukan merupakan tahap dari reaksi SN1.
PERMASALAHAN
1. mengapa halogen lebih bersifat elektronegatif dari pada karbon?
2. Pada reaksi SN1 terdapat istilah gugus pergi, sebernarnya apakah yang dimaksud dengan gugus pergi itu dan mengapa pada gugus pergi tergantung dari kuat atau lemahnya basa ?
3. Bagaimana mengetahui apakah suatu nukleofil adalah kuat atau lemah?
Baiklah saya akan mencoba menyelesaikan permasalahan yang ke dua
BalasHapusGugus pergi adalah gugus yang mudah putus apabila terjadi reaksi substitusi , dan kemudian di gantikan oleh gugus dari senyawa lain ( gugus tetangga).
SN 1 ditandai dengan reaksi yang melalui jalur karbokation. “gugus pergi “ pada reaksi SN1 haruslah terikat pada karbo tersier atau sekunder untuk menstabilkan zat intermediate nya. Dampak lain pada reaksi SN 1 memungkinkan terjadinya pergeseran hidrida dan metida.
Tergantung pada Kuat-lemahnya basa karena basa tidak terlibat dalam tahap penentu laju reaksi atau tidak memengaruhi pembentukan karbokation.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda mengenai keelektronegatifan halogen yang lebih besar dari karbon yaitu pertanyaan pertama.
BalasHapusSeperti yang kita ketahui tentang unsur F dan Cl, kita akan melihat bahwa mereka memiliki 7 elektron di kulit luar mereka atau memiliki 7 eval dengan harga keelektronegatifan dan afinitas elektron besar. Oleh karena itu, atom unsur halogen sangat mudah menerima elektron dan membentuk ion negatif. Karena kemudahannya membentuk ion negatif, halogen digolongkan ke dalam pengoksidasi kuat. Dari atas ke bawah, keelektronegatifan, afinitas elektron, dan sifat pengoksidasi golongan halogen semakin menurun.
sya akan mencoba menjawab pertanyaan anda no.3 yaitu bagaimana cara mengetahui nukleofil kuat dan lemah yaitu :
BalasHapusBerikut ini ada beberapa petunjuk yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu nukleofil adalah kuat atau lemah.
1. Ion nukleofil bersifat nukleofil. Anion adalah pemberi elektron yang lebih baik daripada molekul netralnya.
2. Unsur yang berada pada periode bawah dalam tabel periodik cenderung merupakan nukleofil yang lebih kuat daripada unsur yang berada dalam periode di atasnya yang segolongan
3.Pada periode yang sama, unsur yang lebih elektronegatif cenderung merupakan nukleofil lebih lemah (karena ia lebih kuat memegang elektron)Karena C dan N N: ,ºberada dalam periode yang sama, tidak mengherankan jika pada ion -:C yang bereaksi adalah karbon, karena sifat nukleofilnya lebih kuat.